Halo sahabat semua, kali ini admin akan men-share pengalaman admin tentang live action ano hana, jujur admin telah menonton berulang kali live action ini sampai tidak terhitung banyaknya, karena live action ini sangat sempurna mengikuti apa yang diceritakan di animenya membuatnya worth it untuk ditonton, semua adegan dibuat mirip menjadi kenyataan di live action ini walaupun tidak terlalu mirip dengan animenya karena ada beberapa effect yang terlalu fantasy yang tidak bisa di buat menjadi nyata tapi setidaknya sutradara yang menggarap live action ini sangat memperhatikan cerita di animenya tanpa menambah-nambah unsur cerita.
Latar dari live action ini-pun sangat bagus karena mengikuti apa yang terdapat pada animenya, mungkin memang latar yang terdapat pada animenya mengikuti latar sesungguhnya, menjadikan pembuat live actionnya mudah untuk memperoleh latar di dunia nyatanya. Feel yang didapat dari live action ini-pun sangat kena sekali kepada hati para penonton karena latar yang mirip, lagu yang sama dan karakter mirip pula, seperti screenshot diatas terdapat Menma di live action ini yang
menurut admin hampir mirip dengan animenya dengan tidak memaksakan "mirip banget" dengan karakter di animenya, ya walaupun warna rambunya berbeda tapi setidaknya gaya rambutnya dibuat sama. Semua yang terdapat di live action ini dibuat hampir mirip semua ya memang karena ini adaptasi dari animenya namun, ceritanya diringkas dengan memangkas adegan yang mungkin "tidak perlu" yang tadinya satu season anime yang memiliki 11 episod dengan 23 menit per-episodnya di live actionnya di ringkas hingga 1 jam 54 menit memang tidak terlalu banyak yang diringkas di live action ini karena mungkin sang sutradara yang ingin benar-benar mengadaptasi anime menjadi nyata.
Cerita di live action ini diawali dengan taman bunga, disana Menma dan teman-teman sedang bermain bersama untuk yang belum nonton animenya pasti tidak mengerti, lalu dilanjut dengan opening lagu yang berjudul Aoi Shiroi yang dinyanyikan Galileo Galilei di opening ini menggambarkan dan memberi informasi beberapa karakter yang bermain. Adegan selanjutnya mengikuti apa yang terdapat pada animenya namun jangan harap ada scene saat Menma duduk di pangkuan Jintan yang terdapat pada episod 1 dianimenya, scene tersebut tidak direalisasikan ke live actionnya mungkin karena terlalu vulgar dan masalah sensor disana.
Saya sangat kagum dengan pemandangan dan latar pada live action ini, karena sangat mirip seperti Secret base, kuil, jembatan, pinggir jalan kereta, rumah Jintan sagat mirip dengan gambar di animenya, memang benar anime ini berdasarkan tempat nyata seperti dijelaskan diatas namun latar yang mirip ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi para penontonya. Berikut beberapa screenshot yang saya ambil:
Kuil yang digunakan Menma dan teman-teman bermain kakurenbo atau dalam bahasa Indonesia petak umpet. (Jisshōzan Jōrin-ji Temple)
Nah ini dia Secret base yang digunakan Jintan dan kawan-kawan untuk bermain saat masih kecil. (unknown)
Akting dari seluruh pemain-pun sangat men-support suksesnya live action ini karena beberapa aktor sudah veteran atau sering bermain dalam film layar lebar. Apalagi aktris memerankan Menma pada saat film ini rilis masih berumur 16 tahun yang pas sekali dengan karakter Menma. Ada pula Marie Litoyo yang memerankan Tsuruko dengan banyak pengalamannya bermain di J-Drama membuat aktingnya sangat natural karena banyak pengalamannya tersebut. Semua pemain-nya sangat bagus dengan kelebihannya masing-masing.
Pemain-pemain live action Anohana, saat scene terakhir menemukan menma di hutan.
Untuk semuanya sangat bagus dari segi pemain hingga latar sangat baik, lagunya/backsound-nya pun oke, overall live action ini sangat worth it untuk ditonton, namun siap-siap untuk menyiapkan tisu karena live action ceritanya sama dengan animenya yap, bercerita sedih dengan Menma sebagai karakter utamanya. Saya sarankan untuk menonton animenya terlebih dahulu agar mendapat feel dari live action.
Terima Kasih telah membaca review ini jika ada typo atau salah kata silakan koreksi dikolom komentar ya!






0 comments:
Post a Comment
Dilarang Berkata Kasar